IG.NET, BANDA ACEH -Wakil Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh DR.Nasrullah mengingat, suatu kesuksesan itu diraih dengan penuh pengorbanan dan perjuangan, bukan datang sendiri.
Tanpa belajar keras penuh kedisiplinan dan kejujuran, tidak mungkin suatu kesuksesan bisa diperoleh begitu saja di lingkup perguruan tinggi ungkap Nasrullah saat memberikan sambutan menjelang berbuka puasa bersama, Kamis 13 April 2023.
Khusus ditujukan kepada ratusan mahasiswa bidik misi yang diberikan fasilitas kuliah gratis oleh pemerintah, harus lebih lagi. Jangan mentang-mentang Pretektok (gratis semua), menyepelekan proses belajarnya.
Banyak anak orang kaya atau pintar akhirnya mengalami kegagalan total dalam perkuliahannya, akibat tidak serius belajar.
Andai sudah gratis semua tapi masih gagal juga dalam perkuliahan, perlu dipertanyakan tentu ada some thing wrong, ujar wakil rektor dengan nada lantang.
Pada sisi lain Nasrullah juga menyebutkan, Buka Puasa Bersama (Bukber) mengandung nilai silaturrahmi.
Tradisi berbuka puasa diselenggarakan Prodi Komunikasi Unida ini, bagian ajang silaturahmi, di dalamnya mengandung nilai kebersamaan. “Apalagi ditilik dari religinya, fungsi silaturrahmi itu bisa menambah usia kita,” ujarnya.
Menurut Nasrullah, pelaksanaan ibadah puasa itu sesungguhnya tidak bisa lepas daripada sikap kejujuran seseorang.
Kata dia, puasa itu tidak bisa terpantau jika orang tidak jujur, bisa saja di depan publik seolah puasa, tapi begitu masuk kamar, bersangkutan makan minum di dalamnya.
Sikap jujur ini juga harus melekat pada diri mahasiswa yang curang dalam menempuh ujian, ketika tidak diawasi dosennya. Untuk itu, dia meminta mahasiswa bidik misi harus selalu belajar keras agar tidak merugikan diri sendiri maupun negara ikut memfasilitasi.
“Zaman dulu kuliah susah, tidak ada fasilitas, dosen terbang dari kejauhan, sekarang serba gampang memperoleh fasilitas pendidikan di perguruan tinggi, dosennya ada di tempat. Jangan sampai era kekinian serba mudah, justru mahasiswa jadi tak serius, lalu bisa dituduh perguruan tinggi tidak becus,” katanya.
Editor: RM Adens













