BANNER
Nasional

Kembangkan Teknologi CCS, Mahasiswa UPER Dukung Net Zero Emission

×

Kembangkan Teknologi CCS, Mahasiswa UPER Dukung Net Zero Emission

Sebarkan artikel ini

IG.NET, JAKARTA – Organisasi Global Carbon Project melalui laporan Global Carbon Budget mengungkap, di tahun 2022 terjadi peningkatan produksi emisi karbon berasal dari energi fosil.

Yaitu, sebanyak 40,5 GtCO2. Jumlah ini meningkat sebanyak 0,7 persen dari total emisi karbon pada tahun 2021, yakni sebesar 40,2 GtCO2.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Demi menekan tingginya emisi karbon, saat ini berbagai negara tengah mengembangkan sebuah teknologi bernama Carbon Capture and Storage (CCS) dapat menangkap dan menyimpan karbon di dalam permukaan bumi.

Merujuk dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, saat ini Indonesia memiliki satu lapangan CCS telah beroperasi di wilayah Gundih, Jawa Tengah dan disebut mampu menyimpan 300 juta ton CO2.

Turut berpartisipasi dalam mempelajari pengembangan CCS, mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Muhammad Rafif Athalah, Ivan Marcelino Purba, dan Rahmayani.

Mereka berhasil menoreh prestasi juara pertama dalam International Undergraduate Geophysics Competition kategori Interpretasi Seismik untuk CCS dihelat oleh Institut Teknologi Bandung pada 29 Januari 2023 kemarin.

Di ajang perlombaan ini, Rafif dkk, berhasil mengungguli dua tim dari Institut Teknologi Bandung meraih posisi Juara 2 dan Juara 3.

Serta perwakilan dari universitas kenamaan Indonesia lainnya, seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, dan Universitas Syiah Kuala.

LIHAT JUGA:   Operator Mesin Uang Palsu Digaji Rp 1 Juta Sehari

Dalam kompetisi ini, kata Ketua Tim Rafif, kami ditantang untuk menganalisis serangkaian data bawah permukaan dari beberapa sumur dan lintasan penampang seismik.

“Dari data tersebut, kami harus menentukan daerah yang cocok diinjeksikan CO2 ke bawah permukaan bumi serta potensi kapasitas penyimpanan CO2 dalam penerapan teknologi CCS,” tuturnya.

Agar CCS dapat diterapkan dengan baik dan aman, Rafif menjelaskan, ada sekumpulan kriteria harus diperhatikan, salah satunya harus memerhatikan struktur geologi bawah permukaan pada area penelitian.

Formasi akan diinjeksikan CO2, tidak boleh berada pada sesar atau patahan bersifat konduit (jalur rekahan) karena tanah di jalur ini cenderung tidak stabil.

“Jika terjadi reaktivasi pada sesar tersebut, kemungkinan bisa menyebabkan kebocoran CO2,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bersama tim menganalisis data menggunakan referensi kalkulasi dari Department of Energy Norwegia.

Dari hasil analisis ini, mereka belajar bagaimana kriteria sebuah formasi yang cocok untuk menyimpan CO2 dalam bentuk fluida super-kritikal, berapa ukuran tebal batuan penudungnya, serta kriteria lain yang menunjang keselamatan penyimpanan CO2 di bawah permukaan.

Kata dia, berdasarkan analisis struktur, kami mengetahui bahwa pada formasi pertama, reservoir berada di kedalaman dangkal sehingga biaya operasional menjadi lebih murah.

LIHAT JUGA:   Eks Dirut HK Jadi Tersangka Kasus Tol Trans Sumatera

Di sisi lain, pada formasi ini terdapat banyak sesar. Sedangkan pada formasi kedua, tidak ditemukan banyak sesar, namun reservoir berada di kedalaman yang dalam, sehingga biaya operasional cenderung lebih mahal.

“Maka dari itu, kami merekomendasikan injeksi dilakukan pada formasi kedua agar injeksi CO2 lebih aman,” ungkap Rafif.

Sementara itu, Muhammad Husni Mubarak Lubis, dosen pembimbing Rafif dan tim, mengapresiasi capaian ketiga mahasiswa tersebut.

“Partisipasi mahasiswa dalam ajang kompetisi seperti ini sangat baik untuk mengasah hard skill sekaligus soft skill mahasiswa. Karena dalam kompetisi, tentu mahasiswa akan berlatih melakukan analisis data juga bekerja sebagai tim dan mengelola sebuah proyek,” kata dia.

Bagi siswa-siswi ingin menjadi ahli ilmu kebumian dapat bergabung di Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER).

Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut kembali membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes) periode Februari untuk Tahun Akademik 2023/2024.

Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran, dapat mengunjungi laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.

 

Editor: Redaksi