IG.NET, ACEH TENGGARA – Ketua LSM Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (Gempur) Aceh Tenggara, Pajri Gegoh Selian, menuding adanya dugaan penyimpangan data penerima bantuan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut disalurkan bentuk alat perbengkelan, kuliner, doorsmeer, menjahit, dan alat Perabot disalurkan ke Aceh Tenggara.
Pasalnya, bantuan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) itu, diduga yang mendapatkan adalah pengusaha menengah atas, bantuan itu seharusnya tidak diperbolehkan.

“Justru, masyarakat dinilai lebih layak mendapatkan, malah tidak mendapatkan bantuan itu,” kata dia.
Gegoh menilai, penyaluran bantuan itu, masih banyak persoalan penerima yang tidak tepat sasaran.
“Penyimpangan data atau tidak mentutup kemungkinan, mereka tidak bekerja mengevaluasi data penerimanya,” tandasnya kepada IndonesiaGlobal.Net, Jumat 20 Januari 2023.
Sementara Hendra, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Provinsi Aceh, menjelaskan jumlah penerima bantuan itu, sebanyak 21 orang.
“Untuk alat perbengkelan, berjumlah tujuh orang, alat kuliner tiga orang, alat doorsmeer lima orang. Alat menjahit dua orang dan alat Perabot empat orang, dengan anggaran Rp420 juta,” kata dia.
Terkait penyaluran bantuan itu, saat disinggung jumlah nama penerima, PPTK Hendra mengaku tidak mengetahui pasti jumlah tersebut.
“Ada kordinator lapangan. Tanya saja dengan Idrus, dia mengetahui nama penerima tersebut,” jawab Hendra. (MAG)
Editor: VID












