Jendela AlaNanggroe Aceh

Miris, Ada Oknum Diduga Potong Gaji Tunjangan Guru Terpencil Dan Sarat Dugaan Pungli

×

Miris, Ada Oknum Diduga Potong Gaji Tunjangan Guru Terpencil Dan Sarat Dugaan Pungli

Sebarkan artikel ini

“Dugaan pungli ini sangat sering kami alami, jika permintaan para oknum tersebut tidak kami penuhi, sudah tentu urusan kami akan dipersulit,” sebut R, raut sedih.


IG.NET, ACEH TENGGARA – Gaji tunjangan kinerja khusus di peruntukan bagi tenaga pengajar di daerah terpencil, sumber APBN Pusat tahun 2020-2022, diduga terjadi praktek pungutan liar alias pungli

BANNER

Berdasarkan informasi diterima salah satu guru terpencil, inisial R, mengatakan gaji tenaga pengajar di daerah terpencil, kerap terjadi pemotongan.

“Nominal uang dipotong itu capai Rp3juta rupiah per orang,” ungkapnya, kepada IndonesiaGlobal.Net, Rabu 18 Januari 2023.

Dia menjelaskan, setiap kami menerima gaji tunjangan terpencil, harus selalu memberikan uang “pelicin” kepada oknum tertentu di Dinas Pendidikan Aceh Tenggara.

“Seperti oknum Kabid GTK, oknum kepala sekolah, juga oknum pengawas sekolah,” bebernya, Rabu.

Kata dia, dugaan pungli ini sangat sering kami alami, jika permintaan para oknum tersebut tidak kami penuhi, sudah tentu urusan kami akan dipersulit, sebut R, raut sedih.

Padahal kami ini hanya guru biasa, tidak mempunyai bekingan, hanya orang lemah. “Jadi kamipun hanya tetap bertahan saja, dan kami tetap bersyukur Pak,” ujar R, mengeluh.

Sementara Kabid GTK Disdikbud Agara, Safrijal, dihubungi terkait pemotongan tersebut, itu tidak benar. “Mengaku tidak mengetahui hal itu,” katanya.

Menurut dia, anggaran dari APBN itu, tidak semua dapat 100 persen. “Makanya kepala sekolah membuat kebijakan untuk dibagi rata,” ungkap Safrijal, kepada IndonesiaGlobal.Net.

Senada Kabid GTK, Kepala Sekolah SMPN 8 Lawe Sigala-gala, Abdul Sani, dihubungi terkait dugaan pemotongan itu, memilih bungkam, enggan menjawab konfirmasi tersebut.

Terpisah, oknum pengawas Disdikbud Agara, hingga berita ini tayang, belum dapat dihubungi. Nomor dituju tidak aktif.

Data dihimpun IG.NET, jumlah sekolah mendapat anggaran dana dari APBN Pusat untuk guru terpencil.

Yaitu, SMPN 8 Satu Atap Lawe Sigala-gala, di Desa Bunbun Alas, Kecamatan  Leuser, jumlah tenaga pengajar ada lima orang.

Di SMPN 9 se atap Lawe Sigala-gala, Desa Naga Timbul Kecamatan Leuser, jumlah tenaga pengajar sebanyak sembilan orang.

Kemudian, SD Negeri Naga Timbul, Desa Liang Pangi, Kecamatan Leuser, jumlah tenaga pengajar tiga orang. (MAG)

 

Editor: DEP

BACA JUGA:   Lepas Sambut Dandim Aceh Tenggara