IG.NET, ACEH BARAT – Belasan Wartawan tergabung dalam Komunitas Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh Barat (JAB), ramai-ramai menyurati Penjabat Bupati Drs. Mahdi Efendi melalui Kantor Pos terdekat, Selasa 8 November 2022.
Surat dilayangangkan itu, diketahui berisi wawancara para jurnalis kepada Pj Bupati setempat. Dikirimkan, sebagaimana aturan ditetapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) melalui Bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Dalam isi surat dilayangkan itu, berisikan pertanyaan kegiatan Pj Mahdi Efendi, satu bulan berdinas berkaitan dengan kegiatan seremonial tepung tawar (Peusijuk) serta kegiatan dinas dilakukan selama di Jakarta.
Ketua Sekber JAB, Khaidir Azhar menjelaskan pengiriman surat melalui Kantor Pos dilakukan pihaknya itu, sesuai dengan permintaan dari bagian Prokopim.
Kata Khaidir, mereka menyebutkan jika hendak mewawancarai kepala daerah, diharuskan dengan surat berisikan pertanyaan.
“Maka surat ini kita kirimkan dalam bentuk pertanyaan.”
Kenapa kita kirimkan surat itu? Sebab kita mengikuti sistem Protokoler Pemkab Aceh Barat. Seperti apa disampaikan kepada salah satu rekan kita, ungkapnya.
Lebih jauh, menjelaskan jika dalam surat dikirimkan Jurnalis Aceh Barat kepada pemda setempat berisikan sejumlah pertanyaan berkaitan aktivitas Pj, paska dilantik sebagai kepala daerah, ditunjuk kementerian.
Selain itu, tujuan surat ini termasuk mempertanyakan kinerja Pj Bupati Mahdi Efendi sebulan terakhir, paska dilantik. Sehingga nantinya insan pers, dapat mempublikasi pada media masing-masing.
“Yang kita tanyakan melalui surat juga tidak ribet sekali. Melainkan tentang aktivitas tepung tawar atau peusijuk selama ini dlakukannya di beberapa tempat.”
Kemudian, apa kepentingan dan dampak untuk daerah selama di Jakarta? Tanya Khaidir. “Sehingga Pj bupati abai terhadap korban banjir.”
Ketua JAB itu berharap, pemerintah segera memberi respon cepat atas permintaan para jurnalis tergabung dalam Sekber dengan beberapa pertanyaan dilayangkan resmi itu, tutup Khaidir.
Terpisah, Kabag Prokopim dihubungi via panggilan WhatsApp Selasa malam, menjawab sedang menyetir tidak bisa berbicara. “Nanti saja,” jawab dia singkat.
Lalu, sekira satu jam IndonesiaGlobal.Net coba menghubungi kembali lewat pesan WhatsApp, pesan hanya contreng satu. Dan satu jam kemudian, Kabag Prokopim tidak dapat dihubungi.
Redaksi melaporkan












