Nanggroe AcehPolri

Dirlantas Polda Aceh, Ajak Wartawan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat Terkait ETLE

×

Dirlantas Polda Aceh, Ajak Wartawan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat Terkait ETLE

Sebarkan artikel ini

IG.NET, BANDA ACEH – Dirlantas Polda Aceh Kombes Muji Ediyanto, mengajak insan pers mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai sistem penegakan hukum baru terhadap pelanggaran lalu lintas.

Hal itu disampaikan Muji paska dikeluarkannya Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melarang polisi lalu lintas menilang secara manual. Penegakan hukum sistem elektronik ini sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Aceh.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Penerapan sistem ETLE dalam penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas merupakan perintah dari Kapolri. Karena itu, peran awak media sangat penting dalam membantu mengedukasi dan mensosialisasi hal ini ke masyarakat,” kata Muji Ediyanto, saat silaturahmi bersama insan pers di Aula Ditlantas Polda Aceh, Jumat 28 Oktober 2022.

LIHAT JUGA:   BPK Temukan Kekurangan Volume Pada 12 Paket Pekerjaan Jalan Pemerintah Aceh Tenggara

Saat ini, kata Muji, penegakan tilang dengan sistem ELTE masih dilakukan secara statis dan dinamis, serta dipantau oleh petugas posko Regional Traffice Managemen Center (RTMC).

Mantan Direktur Pamobvit Polda Aceh itu mengungkapkan, sistem ATLE di Aceh kekinian sudah tersedia di delapan kabupaten kota.

“Penerapan penindakan dengan ETLE baru dua, yaitu di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Ada lima titik saat ini operasional ditambah dengan dua ETLE mobile,” ungkapnya.

LIHAT JUGA:   Polres Aceh Utara Ringkus Pelaku Curanmor
Foto : Dirlantas Polda Aceh Kombes Muji Ediyanto, mengajak insan pers mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait penerapan Electronic Traffic Law Enforcement. (Ist)

 

Muji menambahkan, selama penerapan tilang dengan sistem ETLE banyak merekam prlanggaran, khususnya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Pelanggaran paling banyak ditemukan adalah pengendara roda dua tidak pakai helm, safety belt, marka jalan, termasuk boncengan tiga, dan pengendara di bawah umur,” ujarnya.

Selama pembelakuan ETLE, sambung dia, pihaknya setiap hari menindak antara 100-150 pelanggar. Penindakan itu dilaksanakan skala periotas pada jam-jam berpotensi menyebabkan kecelakaan, demikian Muji.

 

Redaksi/DEP melaporkan