Legenda Hidup Politik Tanimbar, LU Diprediksi Bersanding Dengan DO Pilkada 2024

Read Time:3 Minute, 25 Second

IG.NET, SAUMLAKI – Suhu politik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) baru saja merayakan HUT Ke-23 makin memanas. Dari hal menuju kursi panas paling berpengaruh menjadi nomor satu dan dua dari ujung Selaru sampai Molu Maru.

Kemudian, wacana untuk mengembalikan kejayaan Bumi Duan Lolat pun kian menggema. Baik dari kaum elite negeri ini, hingga akar rumput.

Seperti dua nama digadang-gadangkan bakal mampu mengembalikan kejayaan tersebut, yakni Lucas Uwuratuw-Dharma Oratmangun.

Diketehaui, Lucas merupakan mantan wakil Bupati pertama dan Dharma Oratmangun, merupakan anak dari perintis Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan juga sebagai Bupati Pertama di tanah adat Duan Lolat ini.

Menanggapi hal itu. Lucas Uwuratuw, mengatakan jika melihat situasi kabupaten belakang ini, kian memantapkan hati dan jiwanya untuk menyatakan sikap maju dan bertarung pada pemilihan kepala daerah 2024 mendatang.

Menurut dia, modal besar daerah ini adalah kehadiran Blok Masela. “Urang Wain Ning Kateman, mari jangan terpengaruh pada genderang ditabuh oleh orang luar.

“Jangan kita menari di atas genderang orang lain. Kita tabuh genderang kita, dan menari dengan genderang kita sendiri,” imbuhnya kepada media di Tanimbar, Jum’at 7 Oktober 2022.

Sebab ujar dia, gagasan kembalikan kejayaan Bumi Duan Lolat dengan membangun dari laut ke darat, merupakan mimpi besar dirinya bersama Salmon Joseph Oratmangun.

Saat keduanya diberikan kepercayaan untuk memimpin Maluku Tenggara Barat, saat itu masih digabung dengan Maluku Barat Daya (MBD) sebagai bupati dan wakil Bupati pertama. Dimana, tentang “Raksasa yang sedang tidur” yakni gas alam abadi blok Masela.

“Jangan melupakan sejarah, kata dia, bahwa blok abadi ini dibiayai dari APBD Pemda MTB era (SJO – LU) untuk survey. Jargon kita di masa itu, bahwa raksasa sedang tidur ini harus dibangunkan,” tuturnya.

Disingung tentang wacana kotak kosong selalu didengungkan, tegas Lucas, hal itu sah-sah saja diklaim oleh pihak akan maju dalam perhelatan politik tersebut.

Tetapi, lanjut dia, benar tidaknya, semua itu membutuhkan dana sangat besar. Pasalnya, untuk mendapatkan satu perahu partai politik dengan sekian kursi wakil DPRD yang ada, tentu memakan biaya tak sedikit.

“Politik itu butuh kubang, butuh duit. Tetapi jangan lupa, setiap orang juga punya triknya sendiri. Apakah mahar itu melalui komunikasi politik untuk dapatkan rekomendasi parpol ya bisa saja.”

Bukannya sombong ya, tapi saya juga pernah membawa kejayaan Partai Golkar masa itu. Dan saat ini para petinggi partai di pusat, saya juga pernah ada dalam suksesi mereka,” ucapnya, menegaskan.

Sementara, menyangkut dirinya digadang-gadang untuk berpasangan dengan Dharma Oratmangun. Dikatakan dia, segala kemungkinan dan peluang itu bisa saja terjadi.

“Begitu juga jika dirinya dipasangkan dengan petahana Petrus Fatlolon.” Intinya, saya tetap membangun komuniksi yang baik dengan semua bakal calon, mengakhiri percakapannya kepada awak media,

 

Dukungan Kaum Muda

Dukungan datang dari kaum muda intelek negeri ini. Dimana melihat kondisi Duan Lolat yang semakin terpuruk dengan ditetapkan sebagai daerah miskin ekstrim, bahkan segudang persoalan dinilai enggan diselesaikan oleh pemerintahan lima tahun kemarin.

Maka dipandang perlu ada penyegaran bagi ingatan masyarakat terkait dengan kepemimpinan awal di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) kekinian nomenklaturnya telah di ubah menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Presiden Mahasiswa Universitas Lelemuku Saumlaki, Lamberth Tatang, menilai bahwa sejak Duan Lolat dipimpin awal oleh S J Oratmangun dan Lukas Uwuratuw. Kala itu, daerah ini terlihat adem-adem dan masyarakat merasa terlayani dan terwujudnya kesejahteraan mereka.

“Ketika kita melihat ke belakang paska pemerintahan Pak SJ dan Pak Lukas dikala itu, mengingatkan kita dan masih terasa. Maka itu dipandang perlu dengan melihat politik Taninbar saat ini, banyak sekali kader-kader terbaik asal Tanimbar mulai dengan lantang menyatakan diri maju dalam Pilkada di 2024 nanti.

Namun, kata dia. Ketika saya melihat isu politik begitu bergengsi itu, maka ketika Lukas disandingkan dengan Bung Dharma Oratmangun pada pilkada 2024 nanti, akan terlihat aroma MTB dengan program membangun dari laut ke darat akan dilanjutkan kembali,” ungkap Tatang.

Di sisi lain, menurut dia, Tanimbar butuh penataan matang. Guna memberikan perubahan atas kondisi Taninbar semakin memprihatinkan dan seluruh masyarakat Tanimbar saat ini merasa sangat susah.

“Baik para ASN hingga rakyat biasa. Sebut saja hak-hak rakyat hingga saat ini belum juga dibayarkan. Sekian proyek mega dinilai mangkrak dan segudang persoalan sangat meresahkan di daerah terkenal dengan kain tenun Tanimbar ini,” beber Tatang.

 

MAG/Adam Melaporkan

Editor: Mauliady Adens

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Anarkis Luar Stadion Kanjuruhan
Next post Indonesia Tuan Rumah CAJ 2022 di Bali