IG.NET, ACEH JAYA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia menetapkan 17 karya budaya yang diusulkan Pemerintah Aceh sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Dari 17 karya budaya Aceh itu, Dikee Pam Panga dari Kabupaten Aceh Jaya yang dinyatakan lolos verifikasi sebagai WBTB Indonesia tahun 2022.
Diketahui, Dikee Pam Panga merupakan salah satu adat budaya turun temenurun di kalangan Masyarakat Panga. Dikee sendiri berarti Dzikir. Sedangkan Pam artinya tidur, digabungkan menjadi dzikir sambilan tidur. Kesenian yang memadukan gerak tangan sambil menepuk dada ini pertama kali digagas Tgk. Hamzah tahun 1951 paska Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Jaya, Abu Bakar mengatakan penetapan kesenian tari ini sebagai salah satu WBTB Indonesia tahun 2022 merupakan satu anugerah Budaya Kabupaten Aceh Jaya di kancah Nasional.
Dia berharap dengan ditetapkan Dikee Pam sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Kabupaten Aceh Jaya akan semakin dikenal masyarakat tingkat Nasional bahkan Internasional.
“Terimakasih tak hingga kepada pelaku seni dan semua yang terlibat, sehingga terwujud pencapaiaan dan rasa syukur yang mendalam.”
Kami (Disdikbud Aceh Jaya) akan terus menjaga dan seni budaya lainnya untuk dapat kita perjuangkan di kemudian hari,” tutur Abu Bakar, Sabtu 1 Oktober 2022.
Dia berjanji akan melakukan pembinaan kepada pelaku seni di Aceh Jaya untuk dapat dilanjutkan kepada pelaku seni lainnya. Sehingga khalayak ramai dapat mewarisi Dikee Pam Panga tersebut.
Penjabat Bupati Aceh Jaya Nurdin, mengaku sangat bangga dan terharu atas ditetapkannya Dikee Pam Panga sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2022.
Pemerintah Aceh Jaya punya perhatian khusus pada pengembangan kebudayaan secara umum, adat gampong, budaya pesisir, keseluruhan budaya bagus yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebab, Seni budaya salah satu bidang penting dari kebudayaan yang diperkuat oleh pemerintah Aceh Jaya dengan cara memberi dukungan anggaran pada kegiatan-kegiatan Majlis Adat Aceh (MAA) Aceh Jaya, bidang adat di dinas DPMPKB, dan urusan kebudayaan pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Di samping itu, kata Nurdin, Pemkab Aceh Jaya akan mendukung gampong-gampong mengembangkan sanggar-sanggar seni yang di dalamnya ada Dikee Pam Panga, salah satu seni di samping seni-seni tradisional lainnya.
Nantinya, Pemerintah juga akan menyelenggarakan piasan gampong (seni rakyat) secara rutin pada momen-momen yang memungkinkan.
“Kesejahteraan seniman-seniman senior juga perlu dipikirkan, agar mereka bisa membuat pengkaderan dan pengembangan kesenian di Aceh Jaya dengan alokasi sumberdaya yang cukup,” tutupnya.
MAG/Aswar Dani melaporkan
Editor : VID












