Balon Bupati dan Wakil Bermunculan di Tanimbar, Pengamat : Pilkada 2024 Peluang Petahana Plus-Minus

Read Time:3 Minute, 58 Second

IG.NET, SAUMLAKI – Masih terlalu dini jika harus bicara soal Politik tahun 2024 mendatang. Namun kekinian telah bermunculan sejumlah nama merupakan kandidat kuat yang berpotensi bertarung di ajang lima tahunan tersebut sebagai Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 2024 nanti.

Selain petahana mantan Bupati KKT Petrus Fatlolon, nama-nama populer lainpun bermunculan. Seperti mantan Kapolres KKT Adolof Bormasa, Waketum DPP Kosgoro 1957 Dharma Oratmangun, mantan Wakil Bupati Lukas Uwuratuw.

Selain itu, ada Agustinus Utuwally, mantan Sekda Piterson Rangkoratat, hingga Srikandi Perempuan Tanimbar Apollonia Laratmase, saat ini duduk di kursi DPRD kabupaten sebagai Ketua Komisi B. Kemudian, ada Ketua Komisi A DPRD Frengky Limber, serta anggota DPRD Provinsi Eky Sairdekut turut digadang-gadangkan bakal masuk dalam bursa Pilbub 2024.

Bukan hanya itu saja, muncul juga kandidat lainya dari milenial mantan Ketua DPRD KKT masih aktif sebagai anggota DPRD setempat, yakni Jaflaun Omans Batlayeri, lalu ada Wakil Ketua II DPRD KKT Ricky Jauwerisa, dan anak mantan Bupati Pieter Temmar yang diprediksi bakal bersaing ketat dalam bursa pencalonan nanti.

Adanya para calon yang maju dan digadangkan kuat dalam kontenstan Pilkada di Tanimbar, Pengamat Politik di Bumi Duan Lolat  Olivier Srue, mengatakan mereka itu semuanya putra/putri terbaik Tanimbar dinilainya miliki peluang sama dalam merebut kursi orang nomor satu dan dua di kabupaten ini, ungkapnya.

Bicara tentang Petahana, menurut dia harus memaknai kata petahana itu sendiri (bahasa Inggris: incumbent), berasal dari kata “tahana,” yang berarti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan dalam politik. Kemudian KBBI Daring versi Pusat Bahasa Depdiknas RI, tidak ada kata petahana. Imbuhnya Jum’at, 30 September 2022.

Kata dia, yang ada kata “tahana” bermakna “kedudukan, martabat (kebesaran, kemuliaan, dan sebagainya)”. Dalam kata kerja, maka muncul kata “bertahana” yang memiliki arti “bersemayam; duduk,” terang Olivier.

Karena itu, menurut Olivier, juga sebagai Wakil Rektor I Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlessa), bahwa yang akan maju bertanding pada pilkada 2024 nanti sudah tidak ada petahana lagi.

“Dimana semua akan bertanding bebas dan semua orang punya peluang. Tergantung bagaimana cara mampu untuk memikat hati rakyatnya dengan program kerakyatan yang akan diimplementasikan saat terpilih,” ujar Olivier.

Olivier Srue menjelaskan, ada tiga hal penting yang bisa dijadikan dasar untuk merebut hati rakyat, yaitu mampu merumuskan program peningkatan kesejahteraan rakyat agar keluar dari predikat kemiskinan “ekstrem.”

Kedua, kata dia harus mampu melakukan tindakan blusukan ke masyarakat (blusukan ala Jokowi). Serta mengidentifikasi secara baik setiap karakter pemilih masyarakat KKT.

“Kekinian rakyat butuhkan bukti, atau kerja nyata yang menyentuh langsung ke rakyat. Bukan janji-janji kosong.”

Untuk itu, baik petahana pun penantang wajib merebut hati rakyat dengan reputasi dan prestasi. “Buat dedikasi sebanyak-banyaknya, biar dari sana figur itu akan dikenal publik.”

Sebab, jika hanya menggunakan kekuatan uang untuk menyogok suara pemilih beberapa tempat di Tanimbar, hal itu tidak lagi mempan, tandasnya.

Apalagi di Pilkada Tanimbar 2024 mendatang ini, petahana yang dipastikan akan kembali bertarung untuk mempertahankan posisi kekuasaannya. Terpilih kembali atau tidak, itu tergantung kinerja saat lima tahun menjabat, menurut Olivier.

“Kalau ditanya petahana masih dinilai kuat atau tidak?
Bagi saya semua orang punya peluang yang sama. Saat ini tidak bisa seseorang mengklaim bahwa dia kuat.

Karena, politik itu dinamis bisa berubah. Sehingga bagi saya semua punya potensi yang sama. Hanya saja saat ini Rakyat Tanimbar sudah punya pikiran yang berkembang.

Semua ikut perkembangan jadi masyarakat tidak bisa dibodohi lagi. Semua orang sudah tahu siapa calon pemimpin yang akan mensejahterakan masyarakat KKT.

Kita semua punya tangungjawab pada negeri ini, termasuk partai politik untuk jangan lagi calonkan orang yang tidak mampu membawa perubahan signifikan untuk Tanimbar. “Jangan gadaikan lima tahun lagi kesusahan untuk rakyat dan negeri ini,” saran Olivier Srue.

Bagi dia, sederhana saja jika membaca konstalasi politik di satu wilayah. Jika petahana utamanya dinilai kuat, akan sedikit calon penantang bermunculan.

“Begitupun sebaliknya, jika sang bupati dinilai lemah, maka akan banyak calon penantang bermunculan. Namun, ia menegaskan jika hipotesa tersebut mesti dikuatkan secara kuantitatif.

“Memastikan secara data, jika petahana di Tanimbar mayoritas publik masih menginginkan ia kembali memimpin atau tidak.”

Dikaitkan dengan kondisi KKT lima tahun terakhir ini, menurut hemat dia, secara presentasi rakyat lagi mengalami kesusahan, banyak keluhan dimana-mana.

“Persoalan sosial kemasyarakatan di Tanimbar terus bermunculan pada media-media sosial dan menjadi tema diskusi sehari-hari.”

Kita tidak bisa menutup mata dan telinga, bahwa saat ini yang menjadi keprihatinan bersama yaitu Tanimbar mendapatkan predikat atau peringkat satu Kemiskinan Ekstrem.

Belum lagi paska tiga bulan diletakan jabatan bupati defenitif ke penjabat bupati, fakta menyatakan jika kondisi keuangan daerah mengalami defisit hingga angka ratusan miliar.

“Semua orang jadi bertanya, kenapa KKT ada dalam posisi kritis seperti ini? Pertanyaan ini yang mesti menjadi tugas bakal calon yang nantinya diusung untuk maju bertanding dalam pilkada 2024 nanti.”

Jika nilai kepuasan dan keberhasilan rendah, ditambah lagi mayoritas publik tak menginginkan kembali sang petahana. Tentu itu menjadi peluang emas bagi para penantang,” tutup Olivier Srue.

 

MAG/Adam melaporkan

Editor : VID

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Polres Bener Meriah Ungkap Dua Kasus Pencurian, Ratusan Juta Uang Korban Diamankan
Next post Dongkrak Ekonomi di Masa Covid-19, Usaha Kelapa Gonseng Dedy Kekinian Punya Beberapa Gerai