Jendela Ala

Bangkai Kapal Hambat Jalur Nelayan, Pang Laot Aceh Barat dan Koordinator Minta Pemilik Lakukan Ini

×

Bangkai Kapal Hambat Jalur Nelayan, Pang Laot Aceh Barat dan Koordinator Minta Pemilik Lakukan Ini

Sebarkan artikel ini

IG.NET, ACEH BARAT– Empat kapal nelayan tenggelam hingga membusuk di areal pertengahan jalur lintas air Krueng Cangkoi, Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat, membuat resah para nelayan yang melintas menuju lautan mengais rezeki.

 

ADVERTISEMENTS
BANNER

Hal itu dikatakan Panglima Laot Aceh Barat Amiruddin, kepada IndonesiaGlobal menyebutkan, tenggelamnya empat kapal nelayan itu telah menimbulkan keresahan bagi warga nelayan setempat yang berlalu lalang menuju lautan luas guna mengais rezeki. Sabtu 3 September 2022.

 

Diketahui, tenggelam dan mengapungnya kapal itu setidaknya telah memakan waktu selama satu minggu lalu di pertengahan permukaan arus air. “Hal itu disebabkan tidak adanya gubrisan dari pemilik kapal dimaksud, sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas para nelayan lain,” ungkap Amiruddin.

 

Kata Amir, dia mengaku sudah memberitahukan kepada pemilik kapal untuk melakukan eksekusi dari pertengahan laut. Namun hingga kekinian masih terbengkalai di areal Krueng Cangkoi.

LIHAT JUGA:   BPK Temukan Kekurangan Volume Pada 12 Paket Pekerjaan Jalan Pemerintah Aceh Tenggara

 

Yang anehnya, dari awal pemilik sudah mengetahui bahwa kapal itu sudah mulai rusak. “Pemilik kapal pun menjawab berat untuk menyelesaikan permasalahan kejadian itu, sehingga tidak bisa ditarik ke atas darat, tuturnya.

 

Menurut Amir, sebenarnya pemilik harus bersikap siaga, sehingga tidak menganggu aktifitas keseharian para rekan-rekan nelayan lainnya, sarannya.

 

Senada, turut disampaikan Koordinator Panglima Laot Aceh Barat Irfandi Yanto, mengakui telah lama menerima laporan dari nelayan dan masyarakat setempat terkait hal tersebut.

 

Kemudian, terang dia, penyebab tenggelamnya kapal tersebut akibat sudah lama tidak beroperasi selama ini. “Namun, yang menjadi permasalahannya, areal  tersebut merupakan lintas utama keluar masuk kapal nelayan.”

 

Sebab, jika malam hari area itu gelap. Yang ditakuti, kapal lainnya akan terkena musibah jika bangkai kapal itu terkesan dibiarkan di pertengahan arus. Bisa fatal jadinya, tandas Irfandi.

LIHAT JUGA:   Harga Daging Lembu di Agara Jelang Idul Adha 

 

“Kalau malam hari di situ gelap, yang kita takuti kapal lain terkena musibah karena adanya bangkai kapal di pertengahan arus, kan fatal jadinya nanti.”

 

Selain itu, akibat tidak adanya tindak lanjut dari pemilik. Ironisnya, sampah yang mengalir melalui arus ikut menumpuk di areal tersebut. “Sehingga memperburuk ekosistem pada aliran sungai,” tambah dia.

 

Pihaknya, menegaskan kepada pemilik agar dapat menindak lanjuti terkait adanya bangkai kapal tersebut demi kemaslahatan bersama saat aktivitas.

 

“Bila juga tidak diindahkan atas pemberitahuan telah diberikan Maka, kata dia jangan salahkan pihaknya untuk melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat,” tegas Koordinator Panglima Laot itu.

MAG /Reza A. Latif Melaporkan

Editor : DEP