Jendela BarselaNanggroe Aceh

Wisata Jambur Mamang Agara Ramai Dikunjungi Pelancong, Sayang Akses Jalan Tak Mendukung

×

Wisata Jambur Mamang Agara Ramai Dikunjungi Pelancong, Sayang Akses Jalan Tak Mendukung

Sebarkan artikel ini

IG.NET, ACEH TENGGARA – Beragam cara dilakukan masyarakat Indonesia beragama Muslim dalam menikmati suasana liburan saat Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. Dari menikmati suasana pantai, pegunungan hingga mengunjungi lokasi wisata yang ramai dikunjungi pelancong. Baik itu dari luar kota, maupun dalam daerah sendiri.

 

BANNER

Seperti terlihat di Kabupaten Aceh Tenggara, ratusan pelancong mayoritas merupakan wisatawan lokal dan luar kabupaten tampak ramai memenuhi lokasi Wisata Jambur Mamang Desa Tanjung Baru, Darul Hasanah Aceh Tenggara, Minggu 8 Mei 2022 lalu.

 

Pengamatan IndonesiaGlobal di lokasi wisata yang berada di kaki pegunungan Lauser ini sangat indah. Ditambah dengan suguhan pemandangan alam yang asri serta aliran Sungai Alas yang bersih dari sampah-sampah memenuhi aliran sungai.

Foto : Aliran Sungai Alas. (Ist)

 

Tentunya bagi para pengunjung objek wisata Jambur Mamang, kata mereka mempunyai daya tarik tersendiri. Apalagi dalam melepas penat di hari libur guna bersantai bersama sanak famili.

BACA JUGA:   Agen Togel, Dibekuk Polisi Di Langsa

 

Begitupun dengan suasana yang dirasakan IGN saat berada di lokasi wisata ini. Hembusan hawa sejuk menerpa ketika tiba di tempat ini, ujar IGN dalam hati.

 

Selain keasrian alamnya, di Wisata Jambur Mamang ini terlihat pengelola juga menyediakan aneka wahana permainan air untuk anak-anak dan dewasa.

 

Menurut informasi, tempat ini juga sangat ramai dikunjungi pengunjung. Terutama pada hari libur dan berkhir pekan dan hari besar lainnya pengunjung turut dimanjakan dengan hiburan organ tunggal dimainkan.

Video lokasi pemandian di Jambur Mamang :

 

Katanya, wisata Jambur Mamang ini sudah menjadi lokasi langganan bagi wisatawan lokal maupun luar menyempatkan diri menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, imbuh salah satu pengunjung kepada IGN.

 

BACA JUGA:   21 Calon Panwaslih Pilkada Agara, Kembalikan Berkas

Salah satu pelancong lokal, Basri dari Kutacane, mengatakan alasannya  memilih tempat ini, adalah sebagai tempat referensi kala menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Sebab keasrian tempat ini masih asli, katanya.

 

Kata Basri, keindahan tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, bagi dia. Alamnya di sini masih asri. Kitapun bisa melihat aliran Sungai Alas membentang panjang serta pemandangan gunung yang juga masih terjaga indah.

 

Selain itu, anak-anak pun dapat menikmati wahana permainan yang disediakan pengelola di Wisata Jambur Mamang, menurut Basri sudah komplit. Ujarnya kepada IGN, sambil tersenyum.

Foto : Ratusan pelancong mayoritas merupakan wisatawan lokal dan luar kabupaten tampak ramai memenuhi lokasi Wisata Jambur Mamang. (Salihan)

 

Wanfi, pengelola wisata Jambur Mamang, meyebutkan lokasi wisata ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan kekinian prospek pengunjung yang datang terus bertambah.

BACA JUGA:   98 orang Jamaah Calon Haji Gelar Manasik

 

Meskipun diakui pendapatannya sempat terganggu dengan wabah pendemi Covid -19 melanda tanah air tahun-tahun sebelumnya. “Namun kekinian lokasi wisata ini sudah mulai ramai dikunjungi pengunjung, terutama hari Minggu dan libur Hari Raya saat ini.”

 

Para pengunjung yang datangpun lebih dominan para warga lokal. Tak sedikit pula para wisatawan dari luar kota datang menikmati suasana di tempat ini, ungkap Wanfi, walaupun jam kunjungan terbatas, dari pukul 10.00 WIB, hingga pukul 18.00 WIB.

 

Seperti wisatawan dari Kabupaten Gayo Luas dan Subulussalam, serta Tanah Karo, Provinsi Sumut juga turut mengunjungi lokasi ini, katanya, menyebutkan lokasi ini masih terkendala akses jalan.

 

Yang mana menurut satu pengunjung lainnya, Sukri, jalan sekitar lokasi ini merupakan jalan penghubung sembilan desa. Berharap akan lebih bagus lagi jika didukung dengan akses jalan masuk menuju wisata ini dalam kondisi baik. Tidak seperti kekinian, menurut dia.***

 

MAG /Salihan Beruh melaporkan

Editor : DEP