Jendela AlaNanggroe Aceh

Bursa Bacarek UTU Mulai Terkuak, Lima Calon Siap Bertarung

×

Bursa Bacarek UTU Mulai Terkuak, Lima Calon Siap Bertarung

Sebarkan artikel ini


IG.NET, ACEH BARAT – Bursa Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat mulai terkuak. Selama ini terkesan informasi tentang proses dan masa pendaftaran agak terkunci rapat.

 

ADVERTISEMENTS
BANNER

Anehnya, tiba- tiba Rabu, 6 April 2020 tengah malam sekira pukul 24 secara resmi beredar informasi, masa pendaftaran itu benar sudah ditutup dan tidak akan diperpanjang lagi.

IndonesiaGlobal.Net yang berusaha mencari informasi ini hingga Kamis, 7 April 2022 petang, juga belum ada pihak mengklarifikasinya. Rektor UTU, Prof. DR. Jasman Ma’aruf tidak merespon pertanyaan via WhastAppnya, walaupun sudah contreng dua.

Sebaliknya Sumber IGN di lingkungan UTU membenarkan penutupan masa pendaftaran Bacarek UTU ini. Menurutnya ada lima Bacarek yang sudah mendaftar secara resmi. Sebelumnya justeru sepi-sepi saja.

Kelima Bacarek UTU itu, Dr.Ishak, MA Staff pengajar UTU (Asoe Lhok) setempat. Dr.Ir. Azhari, M.Si, Dr.Muhammad Akmal dari Universitas Malikulsaleh (Unimal) Lhoksemawe, Dr.Teungku Muhammad Sahudera, M.Pd Universitas Samudera (Unsam) Langsa dan Prof.Dr.Muchlisin Z.A, SPi, M.Sc dari Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh.

Foto : Bacarek UTU Dr.Tengku Muhammad Sahudera Unsam. (Ist)

 

“Bang, jangan bilang-info dari saya ya”, tutur sumber ini menutup pembicaraan dengan IGN. Menurutnya yang terakhir mendaftar sebagai Bacarek UTU ini, adalah Prof.Dr. Muchlisin.

Muchlisin, Profesor muda kelahiran Peureumbeue, Aceh Barat 11 September 1971, namanya tidak santer disebut-sebut sebelumnya. Namun munculnya sosok Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK ini sangat mengejut kalangan Senat UTU yang berjumlah 17 orang itu.

LIHAT JUGA:   Harga Daging Lembu di Agara Jelang Idul Adha 

Sosok dekan yang getol melakukan penelitian dan turun ke lapangan bersama masyarakat, selama ini sama sekali tidak diperhitungkan. Kalangan UTU justeru menilai munculnya Prof. Muchlisin yang aktif dalam wadah Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA), terkesan droping paksaan USK.

Menanggapi hal ini, Prof.Dr.Ir. Samsul Rizal, M.Eng mantan Rektor USK spontan membantah. “Tidak benar tuduhan itu, pihak USK secara matang sudah menyeleksi secara internal tentang bobot dan bibit kefiguran seseorang di kalangan universitasnya”.

Status Rektor UTU sekarang Prof. Jasman, dan Bacarek Dr. Ishak, MA sama-sama masih Staff akademisi USK yang diperbantukan ke UTU, Katanya menjelaskan per telepon selulernya.

Menyinggung tentang persiapan putra mahkota oleh Rektor UTU sebagai penggantinya, pihaknya tidak tahu. Begitupun Prof. Samsul, tidak membantah pihaknya telah memberikan restu secara resmi kepada Prof.Dr. Muchlisin pada Februari 2022 lalu.

 

Kata dia, mekanismenya memang begitu, tidak mungkin merestui sekaligus dua sosok figur berlaga di “kandang” yang sama untuk jabatan yang sama pula, sebutnya.

Prof. Marwan Rektor USK yang baru dilantik, kepada IGN membenarkan kalau Prof. Muchlisin jauh-jauh hari sudah memiliki bekal restu dari institusi pendidikan tingginya.

Terkait karbitan putra mahkota di lingkungan UTU, Indonesia Global.Net gagal melakukan konfirmasi dengan Prof. Jasman hingga berita ini dikirim ke redaksi.

Rektor Unimal Lhokseumawe Prof. Herman yang dihubungi secara terpisah, menjelang Jum’at dinihari membenarkan telah memberikan ruang dan kesempatan kepada dua Staff akademisinya untuk bertarung secara elegant di UTU meulaboh. “Benar bang, mudah-mudahan sukses di sana,” sebutnya singkat.

LIHAT JUGA:   DLH Langsa Akui Temuan Gakkum Terhadap Sulfur PT PEMA

Rektor Unsam Dr. Hamdani, ST juga sudah merestui Staff Pengajarnya untuk ikut bertarung memperebutkan Jabatan Rektor UTU di Meulaboh.

Berdasar data dukungan persetuan para masing-masing rektor kepada jajaran staffnya dalam memperbut jabatan ini, Dr. Ishak saja yang belum memperoleh izin resmi daripada atasannya.

Sementara, salah seorang anggota Senat UTU di Meulaboh berterus terang pihaknya sudah diarahkan dan solid untuk memilih DR. Ishak putra Barsela untuk menggantikan Prof. Jasman Ma’aruf.

Prof. Smilling face ini tidak banyak komentar ini tentang adanya upaya penghadangan pihak UTU bersama senatnya itu berkaitan pengkarbitan putra mahkota itu.

Muchlisin hanya mengatakan, niat maju sebagai orang nomor satu pada jajaran lembaga tinggi UTU untuk mengabdi sekaligus ingin memajukan dunia pendidikan di negeri kelahirannya. Tentu semua pilihan pimpinan atas izin serta komitmen atasan di USK dengan pihaknya.

 

Pihaknya mengaku loyal dan taat azas arahan pimpinan di Universitas. Menyingung soal kemungkinan terjadi komplik interent antar universitas, semua diserahkan pada keputusan universitas.

 

Lazimnya di lingkungan USK, semua perencanaan dan penugasan seseorang akademisi ke luar selalu dibahas dan digodok secara lebih dahulu. Bukan sembarangan tandas Muchlisin mengakhiri pembicaraannya.****

 

Penulis : Adnan NS

Editor   : Redaksi